Kakak budi pandai membaca
suara se-kelas cepat serempak
sementara aku terbelenggu pasak
abjad berhimpit coba kutebak
.. k…a…k…a…k

Padaku orang menatap iba
lalu lirik sinis pada ibu
Kutahu ibu segera sendu
sudah pasti ia malu

Dihadapku ibu sungguh tangguh
sembunyi sedih dan keluh
Hingga usiaku kini sepuluh
matanya selalu telaga teduh

Sentuhannya selalu cinta hangat
kala bacakan dongeng hebat
setiap menyuapku makan
membantuku bersihkan badan

Kokoh cintanya mencegahku kalah
menjauhkanku dari jiwa berpasrah
l…e..le…m..a..h…mah …lemah
m..e..n…men…t…a..l…tal…mental
Demimu ibu kulawan menyerah

***
Tilaria Padika
Timor, 11/12/2016
Baca PUISI TERBARU di Kompasiana

Advertisements