Umpama kopi
ia sehitam-hitamnya pekat gelap
kawan melek melawan lelap
Cukup sececap matamu mengerjap
sekejap bebaskan sadar yang terantuk kantuk
lanjut terjaga semalam suntuk
bercerita tentang negara melapuk
dan penguasa tercongkel dari tampuk

Umpama kopi
Ia pahit paling sengit
pada lidah petani punggung bukit
menjelma rasa yang rumit
layaknya anggur penghuni langit
bukan tawar tak juga getir
sebab tak ada pahit melampaui kuatir
peluh setahun tersapu anjok harga
kebun sepetak tergusur proyek bandara

Andai ia kopi
Tanpa noda gula ia polos
Tak teraduk susu ia tulus

Ia kemurnian kata-kata
terucap pada bening hening
pada senyap terasing dari bising

Ia kejujuran yang bugil
tegas telanjangi yang batil
yang dibawa golongan tamak
ke dalam hidup rakyat jamak

***
Tilaria Padika,
Timor yang basah, 3 Desember 2016

Advertisements