Hampir subuh sudah, terus seliweran kabar
tentang apa entah, tak semua terjabar
Ramai ragam pendapat, orang beradu debat
tak peduli tepat, asalkan respon cepat

New Zealand gempa, syukur tak mengapa
Samarinda bikin duka, kanak-kanak terluka
molotov di depan gereja
Orang-orang meradang, rasis di Amrik menang

Saling caci belum reda, membenci tanpa jeda
soal agama yang beda, meski Tuhan Esa

Klaim kebenaran beradu
kisah yang sama, beda penutur
masa dan kultur
dan kepentingan dagang

Tak satupun insyaf, semua impor semata
separuh pedagang separuh garong
negeri-negeri nun jauh

Hari hampir pagi
aku dijajah informasi
menghantam gelombang bertubi

Jengkel dan amarah
haru dan sedih
silih beralih

Ini nyaris subuh
lelah sudah tubuh
berjuang untuk lelap
pagi harus terjaga
esok kembali kerja
hingga petang menjelma

Sial!

***
Tilaria Padika
Kupang, 14/11/2016

Lihat Puisi terbaru

Advertisements